Keberangkatan tim investigasi dalam rangka mencari jati diri Joko
Widodo yang sebenarnya sengaja dirahasiakan demi alasan keamanan anggota
tim dan mencegah antisipasi dari pihak – pihak yang berada di balik
rekayasa pembentukan citra palsu tentang Joko Widodo atau Jokowi.
Hasil investigasi makin menunjukan kebenaran atas tudingan bahwa
Jokowi adalah kader PKI, di mana ayah kandung sebenarnya bernama
Widjiatno Mihardjo mantan Ketua Operasi Perlawanan Rakyat (OPR) PKI
Boyolali.
Berikut ini hasil investigasinya.
Rekayasa pembentukan citra palsu terkait Jokowi sudah dilakukan
secara intensif sejak Jokowi menjabat walikota Solo tahun 2005 lalu.
Jokowi mendapat kompensasi besar dari pihak tertentu atas ‘bantuannya’
terhadap operasi pemberantasan ‘terorisme’ di Solo yang dilancarkan
secara rahasia oleh intelejen AS dan oknum intelijen Indonesia.
Solo atau Surakarta dijadikan sebagai pusat medan perang
pemberantasan terorisme oleh pihak intelijen AS semata – mata hanya
berdasarkan kesaksian Hambali, tokoh terorisme yang ditahan AS di
Guantanamo, saat dalam tekanan penyiksaan brutal pihak AS, menyebut
Pesantren Ngruki di bawah pimpinan Ustad Abu Bakar Baasyir sebagai pusat
terorisme Indonesia. Jokowi sebagai walikota Solo berperan membantu
misi intelijen AS tersebut.
Pada tahun 2008, Jenderal Luhut Panjaitan sepakat ‘bermitra usaha’
dengan Jokowi melalui patungan pendirian PT Rakabu Sejahtera. Luhut
selaku pemegang saham minoritas menyetor modal Rp. 15.5 miliar dan
Gibran Rakabuming (anak tertua Jokowi, berusia 20 tahun pada 2008 lalu)
menyetor Rp. 16.2 miliar. Luhut masuk sebagai pemegang saham di
perusahaan milik Jokowi itu melalui PT. Toba Sejahtera, Induk grup usaha
milik Luhut. Apa hidden agenda Luhut Panjaitan mendekati Jokowi sejak 6
tahun lalu itu ? Nanti kami sampaikan temuan – temuan tim investigasi.
Begitu tiba di bandara Adi Soemarno Solo, tim langsung memesan taksi
menuju Bantaran Kali Pepe, Munggung, Manahan Solo yang selalu disebut –
sebut dalam daftar riwayat hidup Joko Widodo sebagai rumah pertama
keluarga Joko Widodo yang jadi korban penggusuran.
Perjalanan dari Bandara Adi Soemarno ke Bantaran Kali Pepe, Munggung
Manahan Solo sekitar 38 menit. Setiba di di Bantaran Kali Pepe, tim
langsung bertanya – tanya kepada warga setempat mengenai lokasi rumah
pertama Joko Widodo yang selalu dicantumkan di riwayat hidup Joko Widodo
menjadi korban penggusuran pertama oleh Pemda Surakarta. Dari belasan
warga Bantaran Kali Pepe, tidak seorang pun warga yang mengetahui lokasi
rumah pertama orang tua Joko Widodo. Bahkan semua warga di sana tidak
yakin keluarga Joko Widodo pernah bertempat di Bantaran Kali Pepe,
Manahan, Banjarsari, Surakarta.
Setelah hampir 1 jam bertanya – tanya, akhirnya tim investigasi
disarankan menjumpai seorang warga Bantaran Kali Pepe yang merupakan
teman kecil Iriana, istri Joko Widodo.
Yuli Susanto, itulah nama warga Bantaran Kali Pepe yang merupakan
teman masa kecil Iriana. Rumahnya tidak jauh, sekitar 200 meter dari
mulut gang jalan masuk menuju bantaran kali. Sampai rumah dimaksud, tim
disambut hangat oleh Pak Yuli dan istrinya. Anak – anak mereka sedang
berada di luar, mengikuti ibadah kebaktian Minggu.
Setelah memperkenalkan diri, tim langsung menanyakan kebenaran
informasi rumah pertama orang tua Jokowi yang disebutkan beralamat di
Bantaran Kali Pepe. Yuli Susanto, pria berusia hampir 50 tahun itu
mengatakan tidak benar orang tua Joko Widodo pernah tinggal di sekitar
Bantaran Kali Pepe. Yuli mengenal Joko Widodo selama puluhan tahun,
sejak Jokowi bersekolah dasar di SD 111 Tirtoyoso, Manahan, Solo.
Berdasarkan keterangan Yuli Susanto, orang tua Joko Widodo bertempat
tinggal di Jalan Ahmad Yani persis di depan Pool Bus Damri. Tetapi rumah
itu sekarang tidak lagi ditempati oleh keluarga Joko Widodo. Yuli
menambahkan, semasa kecil Joko Widodo selalu main di rumah paklek (adik
bapaknya) yang bernama Miyono, seorang pengusaha mebel yang rumahnya
juga berada persis di pinggir jalan Ahmad Yani. Miyono menjalankan
perusahaan mebelnya bernama CV Roda Jati.
Mengenai siapa kedua orang tua Jokowi, Yuli Susanto mengaku tidak
mengetahui persis. Tetapi dia mengaku kenal baik dengan keluarga istri
Jokowi, karena Iriana atau Ana adalah teman sebaya dan sepermainan. Ayah
kandung Iriana adalah seorang guru SMA. Iriana atau Ana memiliki 4
orang saudara, masing – masing bernama : Anik, Anto, Andi dan Anjas.
Mengenai kehidupan Joko Widodo semasa kecil, Yuli Susanto mengatakan
Jokowi adalah anak orang berada karena ayah dan pakleknya adalah
pengusaha mebel terkemuka di daerah itu. Jokowi sering datang bermain ke
rumah pamannya itu dengan bersepeda. Pada masa itu sepeda untuk anak –
anak adalah barang mewah dan hanya dimiliki oleh anak orang kaya saja.
Masa kecil Jokowi, memang jarang terlihat di sekitar rumahnya, dia
lebih suka bermain di sekitar rumah pakleknya (pamannya) di pertigaan
Jalan Ahmad Yani dan MT Haryono. Keengganan Jokowi kecil bergaul bersama
anak sebaya di sekitar rumahnya, karena dia kurang suka pada teman –
teman sebaya tetangganya yang selalu memanggilnya “Joko Klemer”.
LANJUTAN
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 Response to "Hasil Investigasi : Jokowi Terbukti Kader PKI"
Post a Comment