“Bagi saya hanya satu kalimat yang paling tepat, jangan pernah beri peluang untuk komunis berkuasa di Indonesia,”ungkapnya.
Lebih jauh, Prijanto mengatakan, istilah petugas partai yang disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada Jokowi juga dinilai modus komunisme. Sebab, istilah petugas partai mirip dengan pekerja partai yang pernah dikatakan tokoh PKI DN Aidit.
Militer Indonesia masih tetap menyimpan kekhawatiran dengan dua peristiwa yang terjadi yaitu ‘Affairs Madiun’ tahun 1948, yang memakan korban tidak sedikit, terutama di daerah Madiun. Kemudian, peristiwa tahun l965, pemberotakan PKI, di mana 7 orang jenderal di bunuh oleh kader-kader komunis (PKI) dan Gerwani, dan mayatnya dimasukkan ke sumur Lubang Buaya. Ini tidak mudah dihapus trauma di kalangan militer Indonesia.
Indikasi bangkitnya kembali komunisme dan PKI ini, sangat kentara dengan berbagai aktivitas mereka yang terang-terangan dan terbuka. Seperti dalam masa kampanye Pilpres, ada beberapa peristiwa yang dapat dinilai sebagai indikasi bangkitnya komunisme alias PKI di Indonesia.
Cina memiliki 10 juta kader komunis yang menggenggam negara yang berpenduduk 1,5 miliar. Tidak ada kekuatan di dunia memiliki kemampuan yang begitu besar, secara ideologi dan pendukung ideologi kemunisme, kecuali Cina. Sekarang Cina menjadi satu-satunya super-power di dunia, dan dibangun diatas landasan ideologi komunisme.
Inilah masalah yang bakal dihadapi masa depan dunia secara global. Kekuatan Cina, dan kekuatan militernya, serta kader-kader komunisme yang militant. (Juft/NM )

0 Response to "Purn TNI Prijanto: Aliran Komunis & Gerakan PKI Bangkit Lewat PDIP"
Post a Comment