Citra PDIP Semakin Terpuruk setelah Megawati Dipolisikan

Citra Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri semakin buruk setelah dilaporkan LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama pada senin (23/1/2017) ke Kepolisian dengan tuduhan telah menistakan agama Islam.
Pendapat itu disampaikan pengamat politik Dahlan Watihellu (25/01). Kata Dahlan, pidato Megawati di HUT PDIP ke-70 itu dianggap tidak berhati-hati sehingga berdampak pada citra dan simpati masyarakat kepada PDIP yang memburuk.
” PDIP diidentikkan dengan Megawati dan Megawati adalah PDIP. Dengan demikian, masalah ini tentunya akan berdampak pada Partai PDIP juga,” ungkap Dahlan.
Terkait Pilkada 2017, Dahlan mengatakan, kasus Megawati justru terjadi diakhir-akhir kampanye calon kepala daerah yang sebentar lagi memasuki minggu-minggu tenang. “Suka atau tidak suka, akan berdampak pada psikologi pemilih yang umumnya masyarakat Islam Indonesia,” jelas Dahlan.
Untuk menangkal kegagalan PDIP pada pesta demokrasi tanggal 15 Februari 2017 akibat masalah Megawati itu, Dahlan mengatakan hanya ada satu cara. Yakni, dibutuhkan strategi partai yang matang untuk memenangkan kandidat kepala daerah yang dijagokan oleh PDIP.
“Namun beberapa pengamat menilai, PDIP sebagai partai yang identik dengan partai wong cilik telah melukai hati masyarakat Indonesia yang umumnya masyarakat Islam akibat pidato Megawati tersebut,” pungkas Dahlan. [intelijen]

0 Response to "Citra PDIP Semakin Terpuruk setelah Megawati Dipolisikan "

Post a Comment