Anggota
Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon, menyatakan keheranannya dengan sikap
pemerintahan Jokowi-JK yang membungkan kebebasan berpendapat di dunia
maya. Yakni dengan memblokir konten di media sosial maupun media online.
Padahal, di negara komunis sekalipun seperti China tidak melakukan
aturan yang sifatnya menghalangi rakyatnya berpendapat di dunia maya.
Justru semestinya pemerintah mengimbanginya dengan memberikan informasi
akurat sebagai counter bahwa pemerintah dalam keadaan yang baik.
“Saya kira negara sebesar China sekalipun tidak melakukan counter dengan
cara menghalang-halangi siapapun yang ingin bicara di dunia maya,
tetapi justru dia mengimbangi sepanjang pemerintah baik-baik saja tidak
ada yang salah,” kata Effendi Simbolon di Jakarta, Sabtu (7/1).
Berbicara dalam diskusi, di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Effendi
menekankan bahwa pemerintah China sebenarnya mempunyai kekuatan lebih
besar untuk mengatur rakyatnya dalam berpendapat. Namun semua itu tidak
dilakukan.
“Pemerintah China itu sudah lewat masa turblensi itu, dia negara
komunis, harusnya dia menggunakan kekuasaan-kekuasaan kekuatannya untuk
membelenggu semuanya, kita bukan negara komunis tapi kok kita justru
layaknya lebih-lebih dari komunis,” jelasnya.
Ia menyarankan pemerintah tidak terlalu reaktif dalam menanggapi
sejumlah pendapat yang ada di dunia maya sekalipun informasi yang muncul
merupakan kabar bohong atau hoax. Sebab sikap demikian justru
menimbulkan kegaduhan politik.
“Kalau pemerintah reaktif itu semua membuat suasana semakin panik. Kalau
semua sebagai pengatur, semua apa kata Menkominfo, artinya sekarang ini
kedaulatan tidak lagi di tangan rakyat,” demikian Effendi.
sumber : aktual
0 Response to "Politisi PDIP : Kita Bukan Negara Komunis, Tapi Justru Lebih Dari Komunis! "
Post a Comment