Kesepakatan baru Cina-Israel

Pemerintah Israel mengungkapkan bahwa Cina teleh menyetujui penawaran yang diajukan Israel terkait pengiriman ribuan buruh konstruksi migran asal negeri tirai bambu itu. Para buruh ini akan dipekerjakan di Israel, sebagai upaya dalam mengurangi krisis perumahan yang melanda “negara” tersebut.

Beijng dan Jerusalem telah sepakat untuk mengizinkan 20.000 pekerja konstruksi asal Cina datang ke Israel dalam beberapa tahun ke depan.
Delegasi Israel, yang terdiri atas Kepala Bidang Perumahan Departemen Keuangan, Avigdor Yitzhaki dan Direktur Jenderal Kementrian Konstruksi dan Perumahan, Asher Armoni, meninggalkan Cina pada hari Ahad, tanpa memberikan keterangan rinci terkait kesepakatan itu.

Adapun mengenai detail kesepakatan, Haaretz .com menyebutkan bahwa kedatangan para pekerja migran asal Cina akan dibagi dalam beberapa kelompok. Kelompk pertama terdiri atas 4.000 pekerja, yang akan tiba dalam enam bulan kedepan. Sedangkan perihal tanggal kedatangan mereka, hal ini belum ditetapkan.

Menteri Keuangan Israel, Moshe Kahlon mengatakan bahwa kedatangan pekerja asal Cina akan “meningkatkan upaya penyelesaian krisis perumahan.” Sebagaimana dikutip oleh Middle East Online. Bagi Cina, pengiriman pekerja ini akan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan pengangguran yang dihadapi negara ini. Seperti diketahui, jumlah penduduk Cina mencapai 1,4 milyar jiwa. Artinya, 18% penduduk bumi menghuni wilayah ini.  
Menurut data dari Bank Israel, biaya perumahan di Israel telah meningkat tajam sejak tahun 2008. Secara signifikan hal ini telah berdampak pada peningkatan biaya hidup dan memicu gelombang demonstrasi pada tahun 2011 silam. SPNA Gaza City (Ratna)

0 Response to "Kesepakatan baru Cina-Israel"

Post a Comment