Kun! Fayakun
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam mengatakan;
لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ (الترمذي)
“Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan Allah), selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (keberkahan) umur seseorang, selain perbuatan baik.” (HR Tirmidzi, no. 2065)
Seba'da shalat subuh hari pertama tahun 2017 kemarin, atau bertepatan dengan "Gerakan Shalat Subuh Berjamaah Setara Shalat Jum'at 01/01/17 Masjid Alfirdaus", saya menyampaikan tausiyah singkat mengenai beberapa hal.
Di antara bunga rampai yang tersampaikan ialah tentang dahsyatnya shalat subuh berjama'ah di Masjid, keajaiban wakaf produktif dan perjalanan saya ke Surabaya tgl 31/12 terkait perjanjian wakaf dengan keluarga Wakif, serta "big dream/ do'a" semoga tanah-tanah yg ada di sekitar Masjid (yg selalu mendengar lantunan al Qur'an santri dan energi do'a para jamaah), kelak diizinkan oleh Allah menjadi bagian dari pengembangan Ma'had Daarul Firdaus. Rupanya pagi itu, Allah hadirkan seorang hamba yang tersifati oleh sifatnya sayidina 'Utsman bin 'Affan radhiyallahu'anh, khusyu' menyimak kultum hingga usai.
Getaran do'a begitu dahsyat. Beberapa menit seusai dhuha, ada inbox dengan no. tidak dikenal masuk ke Hp saya, "Ushol, kapan ada waktu? Kami bermaksud silaturrahim. Kalau boleh malam ini kami sowan ke rumah." "Maaf, malam ini saya masih di luar kota. InsyaAllah besok pagi ya." Jawab saya.
Keesokan harinya (02/01/17), sekitar jam 06.00 wib, setelah turun dari Masjid, tidak lama kemudian ada tamu pagi-pagi mengetuk pintu. Keluarga berhati Malaikat itupun langsung saya persilahkan masuk ke dlm rumah.
Setelah memperkenalkan diri, kemudian beliau menyampaikan bahwa maksud kedatangannya 'hanyalah' untuk menyerahkan sebidang tanah seluas 1022 m2 kepada yayasan Alfirdaus. Allahu Akbar!. Tanah yg sebelumnya tidak sanggup kami beli itu, ternyata oleh Allah (melalui hambaNya) diserahkan begitu saja kepada kami?!. MaasyaAllah.., laa haula walaa quwwata illaa billaah...
Inilah kekayaan yg sesungguhnya; rela meninggalkan kenikmatan dunia yg sementara, utk kehidupan akhirat yg kekal selamanya.
Sabda Nabi, "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang dimanfaatkan, dan do’a anak yg sholih” (HR. Muslim, no. 1631)
Tanah tersebut saat ini sedang dalam proses balik nama. Segala sesuatunya beliau yg menanggung. Kami hanya menerima dengan status sebagai tanah wakaf atas nama Yayasan Alfirdaus. Padahal, belum lama ini kami juga telah menerima wakaf tanah seluas 780 m2 di utara Masjid, dan kini masih ditambah lagi 1022 m2 di selatannya. Alhamdulillah, Engkau Maha Kaya ya Rabb...
Tentunya, semua ini terjadi atas izin Allah. Jika Dia berkehendak, cukup dengan berfirman, "Jadilah! (Kun)", maka segalanya terjadi (fayakun). Sepertinya, tanahpun berharap agar menjadi bagian yg turut memakmurkan masjid. MasyaaAllah...
Mudah-mudahan tulisan ini dapat menambah keyakinan dan kesungguhan kita dalam berdo'a kepada Allah, serta selalu 'melibatkanNya' dalam rutinitas kita sehari-hari. Juga kita doakan, semoga Allah menerima wakaf dari hambaNya dan menjadikannya pahala yg terus mengalir tiada putusnya. Aamiin...
sumber:
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam mengatakan;
لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ (الترمذي)
“Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan Allah), selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (keberkahan) umur seseorang, selain perbuatan baik.” (HR Tirmidzi, no. 2065)
Seba'da shalat subuh hari pertama tahun 2017 kemarin, atau bertepatan dengan "Gerakan Shalat Subuh Berjamaah Setara Shalat Jum'at 01/01/17 Masjid Alfirdaus", saya menyampaikan tausiyah singkat mengenai beberapa hal.
Di antara bunga rampai yang tersampaikan ialah tentang dahsyatnya shalat subuh berjama'ah di Masjid, keajaiban wakaf produktif dan perjalanan saya ke Surabaya tgl 31/12 terkait perjanjian wakaf dengan keluarga Wakif, serta "big dream/ do'a" semoga tanah-tanah yg ada di sekitar Masjid (yg selalu mendengar lantunan al Qur'an santri dan energi do'a para jamaah), kelak diizinkan oleh Allah menjadi bagian dari pengembangan Ma'had Daarul Firdaus. Rupanya pagi itu, Allah hadirkan seorang hamba yang tersifati oleh sifatnya sayidina 'Utsman bin 'Affan radhiyallahu'anh, khusyu' menyimak kultum hingga usai.
Getaran do'a begitu dahsyat. Beberapa menit seusai dhuha, ada inbox dengan no. tidak dikenal masuk ke Hp saya, "Ushol, kapan ada waktu? Kami bermaksud silaturrahim. Kalau boleh malam ini kami sowan ke rumah." "Maaf, malam ini saya masih di luar kota. InsyaAllah besok pagi ya." Jawab saya.
Keesokan harinya (02/01/17), sekitar jam 06.00 wib, setelah turun dari Masjid, tidak lama kemudian ada tamu pagi-pagi mengetuk pintu. Keluarga berhati Malaikat itupun langsung saya persilahkan masuk ke dlm rumah.
Setelah memperkenalkan diri, kemudian beliau menyampaikan bahwa maksud kedatangannya 'hanyalah' untuk menyerahkan sebidang tanah seluas 1022 m2 kepada yayasan Alfirdaus. Allahu Akbar!. Tanah yg sebelumnya tidak sanggup kami beli itu, ternyata oleh Allah (melalui hambaNya) diserahkan begitu saja kepada kami?!. MaasyaAllah.., laa haula walaa quwwata illaa billaah...
Inilah kekayaan yg sesungguhnya; rela meninggalkan kenikmatan dunia yg sementara, utk kehidupan akhirat yg kekal selamanya.
Sabda Nabi, "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang dimanfaatkan, dan do’a anak yg sholih” (HR. Muslim, no. 1631)
Tanah tersebut saat ini sedang dalam proses balik nama. Segala sesuatunya beliau yg menanggung. Kami hanya menerima dengan status sebagai tanah wakaf atas nama Yayasan Alfirdaus. Padahal, belum lama ini kami juga telah menerima wakaf tanah seluas 780 m2 di utara Masjid, dan kini masih ditambah lagi 1022 m2 di selatannya. Alhamdulillah, Engkau Maha Kaya ya Rabb...
Tentunya, semua ini terjadi atas izin Allah. Jika Dia berkehendak, cukup dengan berfirman, "Jadilah! (Kun)", maka segalanya terjadi (fayakun). Sepertinya, tanahpun berharap agar menjadi bagian yg turut memakmurkan masjid. MasyaaAllah...
Mudah-mudahan tulisan ini dapat menambah keyakinan dan kesungguhan kita dalam berdo'a kepada Allah, serta selalu 'melibatkanNya' dalam rutinitas kita sehari-hari. Juga kita doakan, semoga Allah menerima wakaf dari hambaNya dan menjadikannya pahala yg terus mengalir tiada putusnya. Aamiin...
sumber:

0 Response to "Jadilah! (Kun)", maka segalanya terjadi (fayakun)"
Post a Comment