Iman Segenggam Gabah
Setelah subuhan dan menyimak santri
tahfidz pagi tadi, seorang jamaah yang baru 2x shalat di Alfirdaus
menghampiri sy dan mengajak berbincang. Beliau adalah seorang muallaf
keturunan Indo-China, yg sekarang bermukim di Osaka, Jepang. Selama tiga
hari ini, beliau berkunjung ke rumah keluarganya di Jogja, tepatnya
selatan Masjid Alfirdaus. Seluruh keluarga besarnya muallaf. Ibunya baru
setahun yg lalu turut menjadi muallaf dan sudah berhaji. Di Jepang,
beliau memiliki usaha "Halal food". Termasuk berkongsi produksi Tempe yg
sangat terkenal sejagad itu.
Setelah mengungkapkan kekagumannya
tentang Alfirdaus, sebagai Masjid yg bersih dan banyak santri belajar
menghafal al Qur'an, beliau kemudian menceritakan keadaan Masjid-masjid
di Jepang.
Katanya, pertumbuhan populasi muslim dan jumlah
masjid di Jepang mengalami peningkatan yg signifikan, terutama pasca
gempa Kobe beberapa waktu silam. Di sana sudah banyak lembaga2 Tahfidz
dan Madrasah yg didirikan menyatu dengan Masjid. Banyak pula, ruko dan
gedung-gedung yg sudah dibeli dan diperuntukkan Masjid. Bahkan, dalam
waktu dekat ini, umat Islam di sana akan membeli sebuah Gereja yg sudah
ditinggal pengikutnya utk dijadikan Masjid. Subhaanallah...
Beliau menuturkan, "Meskipun jumlah Masjid di Jepang tidak sebanyak di
Indonesia. Akan tetapi, setiap shalat lima waktunya, Masjid-masjid di
sana selalu penuh dengan jamaah. Apalagi shalat subuh; Jumlahnya
melebihi waktu-wakyu lainnya. Kadang, shalat Jum'at dan 'Idpun
dilaksanakan beberapa kali secara bergantian. Saking banyaknya jamaah."
MasyaAllah... "Yg namanya shalat wajib harus di Masjid kan tadz?".
Imbuhnya. Sy mengangguk. Dalam hati, luarrbiasa iman mereka.
Adapun Gereja yg akan dibeli untuk dijadikan Masjid, hal ini mereka
lakukan setelah sukses mengakuisisi sebuah ruko dan membangunnya sebagai
Masjid di Kota Chiba, Jepang beberapa bulan lalu. Dalam waktu singkat,
melalui situs online, mereka berhasil mengumpulkan donasi sekira 2
Miliar dari berbagai Negera, termasuk muslim Indonesia. Kini, ruko tsb
sudah difungsikan sebagai Masjid.
"Di Jepang juga banyak
pengusaha Muslim. Terutama dari Pakistan dan Timur Tengah. Merekalah yg
selalu mensupport dananya. Sedangkan orang Indonesia, kebanyakan sebagai
karyawan dan pelajar. Sedikit sekali pengusaha Indonesia yg ada di
sana. Meski demikan, semuanya ikut 'ambil bagian'. Baik dengan harta,
tenaga, pikiran dan doa. Yaa, walaupun sedikit, insyaAllah semua itu
akan menjadi kunci pembuka pintu Surga." Katanya meyakinkan.
Beliaupun pamit. Sebelum meninggalkan Masjid, terlihat berhenti sejenak
dan memasukkan 'sesuatu' ke dalam kotak infaq yg bertuliskan "Amal
Jariyah untuk Pembangunan Ma'had Tahfidz Putri Daarul Firdaus" yg
terletak di depan pintu masuk. Mohon doanya, dalam waktu dekat
insyaAllah kami akan membangun Ma'had Tahfidz khusus akhwat di atas
tanah wakaf, di utara Alfirdaus.
Semoga Allah mempertemukan kita
dengan orang-orang yg selalu menyadarkan siapa diri kita. Laiknya padi,
semakin berisi, ianya tertunduk khusyu'. Aaamiin...
sumber: fb Sholihuddin Alhafidz
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 Response to "Iman Segenggam Gabah"
Post a Comment