Devisit anggaran berjalan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara
(APBN) tahun 2016 semakin lebar tidak mampu lagi ditutupi dengan utang
baru. Kondisi ini diprediksi yang menyebabkan Pemerintahan Jokon Widodo
(Jokowi) akhirnya menaikkan biaya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan
(STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) mencapai dua hingga
tiga kali lipat.
Koordinator Lembaga Advokasi Kebijakan Publik (LAKP) M Adnan mengatakan
faktor lainnya yang menyebabkan Jokowi menaikkan biaya pengurusan STNK
dan BPKB adalah, Pemerintahan Jokowi terancam pailit karena tidak mampu
lagi membayar utang luar negeri yang jatuh tempo di saat bersamaan.
Selain itu, kata dia terlihat dari kebijakan Jokowi yang
memprioritaskan pembangunan infrastruktur dengan modal utang luar negeri
dikabarkan melalui skema mengagunkan perusahaan pelat merah yang
membuat struktur ekonomi Indonesia semakin rapuh.
"Di mana saat Jokowi menjabat sebagai Presiden sampai sekarang sudah
Rp1.000 triliun lebih membuat pinjaman atau utang baru dari luar negeri
di mana sebagian besar dari China," ujar Adnan kepada SINDOnews melalui
telepon, Senin (2/1/2017).
Dia menambahkan, sebelumnya sudah ada berbagai kebijakan yang sangat
memberatkan kehidupan rakyat kecil dari rezim Jokowi. Dia menyebutkan
beberapa di antaranya, seperti pencabutan subsidi bahan bakar minyak
(BBM), kenaikan tarif daftar listrik, pencabutan subsidi kesehatan dan
lain-lain. Bahkan, kata dia, kebijakan tax amnesty pemotongan anggaran
kementerian/lembaga oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani karena
struktur APBN tidak sehat. Maka itu, sesuai Undang-undang APBN batas
maksimal devisit anggaran dalam APBN adalah tiga persen.
Dia mengingatkan, jika lebih dari tiga persen, maka Presiden Jokowi
dapat dianggap melanggar undang-undang dan sah untuk diimpeachment.
"Jadi kebijakan teranyar Pemerintahan Jokowi soal tarif baru kendaraan
bermotor lebih untuk menyelamatkan pemerintahannya dari ancaman
impeachment, karena terancam bangkrut, bukan penyelamatan ekonomi
Indonesia dan kepentingan rakyat kecil," ungkapnya. [sindo]
Home » Berita Terkini
» Defisit Nyaris 3% Jokowi Bisa Diimpeachment, Biaya STNK Dinaikkan untuk Selamatkan Kekuasaan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 Response to "Defisit Nyaris 3% Jokowi Bisa Diimpeachment, Biaya STNK Dinaikkan untuk Selamatkan Kekuasaan"
Post a Comment