Senin siang kemarin saya, suami dan pimpinan mafaza silaturahim kpd
seorang purnawirawan jendral TNI AD yg blm lama pensiun. Sepanjang
karirnya selalu menempati pos pos strategis. Namun saya tak berani
membuka profile lengkap beliau, khawatir berdampak tdk baik pd diri dan
keluarganya. Maklum, sekarang ini ungkapan kritis pd penguasa bisa
dianggap makar.
Pak Jendral suka sekali melihat cara kerja para musyrif alhikmah bogor.
Menurutnya,
para musyrif ini masih begitu muda, namun sangat profesional dan
memiliki ethos kerja yg tinggi. Beliau memperhatikan bagaimana para
musyrif tahfidz ini melakukan rapat evaluasi dan briefing di malam hari.
Semangat yg besar dan dedikasi yg tinggi pd alqur'an yg bikin salut.
Kami
diskusi hampir dua jam. Obrolan yg Memperluas wawasan dan membuka mata.
Obrolan yg membuat dada ini bergemuruh. Sebenarnya saya lebih banyak
menyimak, namun dari semua pembicaraan itu saya menyimpulkan bahwa
negara kita dalam bahaya besar. Kita dan generasi kita dlm ancaman yg
serius.
Ingin sekali menuliskan semua tema yg dibicarakan
kemarin, namun tentu tak akan cukup tempat utk menuangkannya dlm sebuah
status. Jd saya sekedar melepas unek unek saja.
Etnis non pribumi
dan non.... itu tdk main main dalam upayanya menguasai negara ini. Dan
cara mereka sangat licik. Ambisi mereka bertemu dgn mental pengelola
negara yg rusak. Wakil rakyat yg tak memiliki harga diri bisa dg mudah
dibungkam dg uang haram. Dan penegak hukum yg mengabdi pada kesenangan
bisa dg mudah dibungkam dg uang sogokan.
Sahabatku, secara
ekonomi, politik dan hukum kita tengah dijajah. Dan bukan isapan jempol
kalau negeri yg kita cintai ini diambang penjajahan fisik. Kita dan
anak2 keturunan kita bisa jadi budak di negeri sendiri. Negara ini
sedang berada dalam periode terburuk.
Saya katakan bahwa harapan
kami saat ini ada pada TNI. Namun ternyata TNI pun tidak satu suara.
Mereka terbagi dlm dua kelompok: perwira yg bisa dibeli dg uang sogokan
dan perwira yg cinta bangsanya. Jumlah perwira tinggi yg mau menjual
bangsanya demi kesenangan dunia tidak sedikit. Sementara para perwira yg
cinta negeri dan rakyatnya terpuruk dlm rekayasa jahat dan
penghianatan.
Jadi saat ini, tak ada yg bisa kita harapkan dlm
menyelamatkan negeri dan generasi keturunan kita selain kita harus
bersatu. Kita harus kompak dan merapatkan barisan. Lakukanlah apa saja
yg kita bisa. Lanjutkan boikot pd sari roti, sambut seruan utk
kontribusi dlm pendirian 212 mart, bank 411 atau apa saja yg bisa
membangkitkan ekonomi umat dan melemahkan kapitalis jahat. Hanya
persatuan yg membuat kita akan bangkit dan kuat. Wacana utk mendirikan
212 mart telah menakutkan para si konglomerat hitam. Kita ini pasar
potensial. Kekuatan kita besar. Jadi lah penentu permainan, bukan
sebagai objek sasaran.
Sementara ini berjalan, didiklah anak2 kita menjadi generasi pejuang. Masukan ke lembaga2 pendidikan yg militan.
sumber: beritaindependent
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 Response to "Wacana Mendirikan 212 Mart Telah Menakutkan Konglomerat Hitam"
Post a Comment