Pengamat politik Universitas
Paramadina, Hendri Satrio menilai, hijrahnya sejumlah kader partai
pendukung Ahok-Djarot tidak akan banyak mempengaruhi kekuatan mesin
partai untuk meraup suara.
"Tapi yang perlu dikhawatirkan adalah opini publik akibat peristiwa
terjadinya perpindahan massal kader partai pendukung Ahok," ujar Hendri
kepada Rimanews, hari ini.
Sepuluh dewan pimpinan cabang (DPC) Partai NasDem di sepuluh Kecamatan
di Jakarta Timur mendeklarasikan dukungan untuk pasangan calon gubernur
DKI nomor urut tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Partai besutan Surya Paloh pun bergerak cepat dengan langsung melaporkan
sejumlah dugaan pelanggaran kampanye dari kubu pasangan calon nomor
urut tiga ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), kemarin.
Awal Desember lalu, pasangan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama dan
Djarot Saiful Hidayat juga dilanda masalah yang sama, yakni berbeloknya
beberapa pengurus DPC PDI Perjuangan untuk mendukung Anies-Sandi. Ketika
itu, tim pemenangan Anies-Sandi menyebutkan sudah ada ratusan kader
PDIP yang memutuskan untuk merapatkan barisan untuk memenangkan
Anies-Sandi.
Hendri menjelaskan, akan muncul persepsi miring dari masyarakat bahwa
internal partai pendukung Ahok tidak solid untuk memenangkan jagoannya
pada pertaruangan Pilkada DKI.
"Pasti masyarakat membaca, wah para pendukungnya aja enggak solid, sama
saja ternyata. Hingga pada akhirnya calon pemilih yang telah menentukan
pilihannya beralih ke calon lain," terang Hendri.
Hendri karena itu menilai wajar bila NasDem begitu risau dengan
peristiwa pembelotan sejumlah kadernya. Sebab, opini tersebut punya
pengaruh besar buat kemenangan pasangan calon nomor urut dua di Pilkada
DKI.
sumber:beritaislam24h

0 Response to "Banyak kader NasDem membelot, soliditas Ahok-Djarot tercemar "
Post a Comment