Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo mengaku pernah ditawarkan proyek sampingan untuk bisa
mengamankan impor beras ke Indonesia dari negara Thailand.
"Saya pernah diiming-imingi, bukan kecil, pada bulan Februari 2015 untuk bagaimana meraih impor beras, tidak kecil, fee untuk saya Rp500 miliar," kata Gatot di Jakarta.
"Saya pernah diiming-imingi, bukan kecil, pada bulan Februari 2015 untuk bagaimana meraih impor beras, tidak kecil, fee untuk saya Rp500 miliar," kata Gatot di Jakarta.
Impor beras memang selalu menjadi ruang perebutan banyak importir.
Margin harga yang cukup besar diperoleh para importir tanpa mempedulikan
bagaimana nasib petani beras Indonesia. Karena itu sangat sering
didengar impor beras selalu beraroma patgulipat di dalamnya.
Mendapati tawaran tersebut, Jenderal Gatot langsung menolak. Bagi Gatot, jika dirinya menerima tawaran mengamankan impor beras dari Thailand maka akan membuat sulit posisi petani Indonesia.
"Saya tolak tawaran tersebut. Harusnya Bulog menjadi penyemimbang harga, petani bisa beli. Kalau impor beras, petani akan mati dan rakyat tak bisa beli beras," kata Gatot.
Mendapati tawaran tersebut, Jenderal Gatot langsung menolak. Bagi Gatot, jika dirinya menerima tawaran mengamankan impor beras dari Thailand maka akan membuat sulit posisi petani Indonesia.
"Saya tolak tawaran tersebut. Harusnya Bulog menjadi penyemimbang harga, petani bisa beli. Kalau impor beras, petani akan mati dan rakyat tak bisa beli beras," kata Gatot.
sumber: nusanews

0 Response to "Diiming-imingi Rp500 Miliar, Panglima TNI Pernah Diminta "Amankan" Impor Beras"
Post a Comment